Pylontech Memenuhi Lonjakan Permintaan atas Penyimpanan Energi Global dengan Litbang yang Berdedikasi dan Inovatif

Pylontech Memenuhi Lonjakan Permintaan atas Penyimpanan Energi Global dengan Litbang yang Berdedikasi dan Inovatif
Tata letak pabrik baru Pylontech (PRNewsfoto/Pylon Technologies Co., Ltd)

SHANGHAI, 23 Februari 2021 /PRNewswire/ — Salah satu penyedia solusi Energy Storage System (ESS) yang terkemuka di dunia Pylon Technologies Co., Ltd. (“Pylontech” atau “Perusahaan”), terlepas dari tenggat waktu yang pendek, telah mengumumkan kesiapan mereka untuk berekspansi hingga 4 GW dalam tiga tahun ke depan.

Pylontech berhasil melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Shanghai Stock Exchange Star Market pada 30 Desember 2020. Untuk itu, Pylontech sukses menjadi perusahaan terbuka pertama yang bergerak dalam penyimpanan energi. Dari IPO tersebut, Pylontech meraih dana lebih dari RMB 2 miliar (~US$301 juta). Wen Tan, CEO, Pylontech, berkata, “Kami hanya menjalani cuti selama beberapa hari saat liburan Tahun Baru Imlek demi melanjutkan produksi sel baterai dan meningkatkan kapasitas. Hal ini jarang terjadi dalam tradisi Tiongkok. Namun, kami ingin memasok sumber daya yang lebih banyak kepada para klien yang telah lama menunggu.”

Sejak 2013, Pylontech telah merancang cetak biru Battery Energy Storage System (BESS) untuk pasar global. Dalam beberapa tahun terakhir, Pylontech telah berkembang secara bertahap dan drastis berkat keunggulan solusi-solusi LFP ESS yang terintegrasi secara vertikal. Produk-produk ini meliputi kisaran tegangan listrik lengkap, dari 12 V hingga 1.500 V, serta kapasitas lengkap, dari 500 Wh hingga lebih dari 100 MWh. Lebih lagi, rangkaian produk tersebut juga memenuhi kebutuhan ESS untuk hunian, ESS untuk bangunan komersial dan industri, serta layanan yang terkait dengan jaringan listrik.

Menurut sejumlah analisis, pasar penyimpanan energi global tengah berkembang pesat, sementara, untuk segmen penyimpanan energi baterai lithium-ion sendiri, tingkat permintaan tengah melesat. Di sisi lain, pasar tengah kekurangan suplai. Dengan demikian, Polyntech berada dalam posisi yang menguntungkan. Data menunjukkan, pada 2019, tingkat permintaan baterai Lithium-ion di pasar global, khususnya untuk stasiun penerima sinyal komunikasi, mencapai 12,1 GWh, bahkan tingkat permintaan ini diperkirakan mencapai 60 GWh pada 2025.

“Dalam dekade terakhir, kami telah membuat terobosan untuk pembangkit listrik, penyimpanan energi, dan penggunaan energi bersama mitra-mitra kami di seluruh dunia,” ujar Geoffrey Song, VP, International Business; “Inovasi berkelanjutan dan kolaborasi luas menjadi satu-satunya jalan menuju struktur energi baru yang efisien, berkelanjutan, serta terjangkau. Kami sangat yakin terhadap komitmen netralitas karbon dari kalangan pemimpin dunia, dan kami ingin berupaya untuk menyumbangkan keahlian kami bagi gerakan tersebut.”

Tentang Pylontech

Pylontech berdiri pada 2009 sebagai penyedia solusi battery storage system (BSS). Kiprahnya terwujud dengan mengonsolidasikan keahlian dalam elektrokimia, peralatan elektronik untuk pembangkit listrik, dan integrasi sistem. Dengan menyediakan berbagai produk dan solusi baterai ESS yang andal dan terjangkau di pasar global, Pylontech telah menjadi salah satu pemasok terbesar di dunia untuk penyimpanan baterai lithium.

Saham Terkait: 688063
Tautan: www.pylontech.com.cn

 

Source : Pylon Technologies Co., Ltd

Related Links :

http://www.pylontech.com.cn

redaksifm

redaksifm