Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Hari Terakhir, Ini Harapan Inspektur Inspeltorat Torut.

Buka Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Hari Terakhir, Ini Harapan Inspektur Inspeltorat Torut.

Toraja Utara (FM) — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Inspektorat Kabupaten Toraja Utara menyelenggarakan sosialisasi pengendalian gratifikasi hari terakhir di Ruang Pola Kantor Lembang Misa’ Baba’na kecamatan Buntao’, Rabu (14/10/2020). Sosialisasi ini dibuka oleh  Inspektur Inspektorat Toraja Utara, Hendrik Simak SE.

Hadir Sekertaris Inspektorat Toraja Utara Artur. Sementara peserta terdiri dari para kepala kecamatan, kepala lembang, lurah, kepala sekolah dasar, Kepala Sekolah menengah pertama, dan SMK.
Sementara sebagai moderator Jeni SS,AP, dan sebagai pemateri dihadirkan Yusuf Pali’ SE, Nurjanna SE, MSi, serta Minari Bubun.

“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara telah membangun komitmen bersama untuk menerapkan pengendalian gratifikasi. Namun semua itu tidak akan berarti apa-apa tanpa diimplementasikan dengan sikap dan perilaku. Yang kita butuhkan adalah konsistensi apa yang menjadi komitmen,” jelas Hendrik Simak SE.

Hendrik Simak mengemukakan sosialisasi tersebut menjadi sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada kita, untuk membangun komitmen serta mengimplementasikan ketentuan-ketentuan tentang gratifikasi. Menurutnya dari aspek pemerintahan telah menjadi kebijakan bersama baik di pusat maupun di daerah.

“Saya sangat berharap agar sosialisasi ini menjadi media yang mengantarkan kita kepada pemahaman tentang ketentuan gratifikasi yang sesungguhnya,” tutur Hendrik.

Lebih Lanjut Kepala Inspektorat Kabupaten Toraja Utara menyebut bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah menjadikan penyelenggara Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara menjadi pribadi yang bersih, jujur, dan amanah, serta berintegritas dalam melaksanakan tugas serta mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan tugas tidak diperhadapkan pada masalah hukum khususnya tindak pidana korupsi, Tutup Hendrik Simak.
(sal)

redaksifm

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *