Jemaat Limbu Tana Toraja Gelar Syukuran Panen Tallu Lolona.

Jemaat Limbu Tana Toraja  Gelar Syukuran Panen Tallu Lolona.

Tana Toraja, Fajarmetronews.com –Sebagai negara yang berangkat dengan tradisi agraria yang kuat, ada banyak peristiwa budaya di Indonesia yang berkaitan dengan ritual menanam dan memanen.

Masa awal tanam punya festival dan Anugerahnya sendiri untuk berharap agar musim tanam kali ini membawa hasil yang baik. Setelah panenan, ada bendera berbeda. Kali ini sebagai ucapan rasa syukur atas berkah dan kemurahan hati dari Sang Penguasa atas hasil tanah yang melimpah.

Gereja Toraja Jemaat Limbu Klasis Makale Utara Kecamatan Makale Utara Kabupaten Tana Toraja menggelar syukuran panen (Tallu Lolona) di Gedung Gereja Toraja Jemaat Limbu , Sabtu (12/9/2020).

“Ini rasa syukur kami kepada Tuhan, atas segala berkatnya pada hasil pertanian kami, dan ini sekali setahun dilakukan,” ujar Tokoh Jemaat Limbu, DR.Pdt.Ismail Banne Ringgi, MTh., kepada awak media.

Ibadah syukur dipimpin Pendeta Zatriana Lobo STh.
Kegembiraan dan kebersamaan jemaat nampak dalam gedung gereja tersebut.

Makanan khas Toraja, Pa’piong atau beras yang ada di bambu, serta minumam khas Toraja Ballo, juga melangkapai ibadah dan pesta syukuran itu.
Ada juga hiburan tarian Pa’gellu untuk menghibur jemaat sebelum ibadah berlangsung.

Jemaat membawa hasil panen musim tanam berupa padi, pisang,sayur-sayuran, kacang-kacangan, singkong, dan aneka makanan olahan Juga ternak ayam. Aneka persembahan hasil pertanian ini memenuhi altar gedung kebaktian.

Ibadah Syukur Panen ini juga dihadiri  jemaat tetangga.
badah diawali dengan prosesi jemaat membawa hasil pertanian dan kebun ke altar dengan tari-tarian diringi musik khas etnis Toraja dan diikuti oleh pendeta dan majelis jemaat.

Pdt. Zatriana Lobo menyampaikan kotbahnya berdasarkan bacaan Alkitab dari Mazmur 104, dengan judul kebesaran Tuhan dalam segala Ciptaan-Nya, yang berkisah tentang  penciptaan dan kebesaran Tuhan.

Jemaat diingatkan bahwa manusia harus Tau Diri dan Punya harga diri.
Tau diri artinya bahwa manusia adalah Ciptaan-Nya yang dibuat dari debu tanah  manusia juga harus punya harga diri yang arti bahwa manusia harus di hargai dan di hormati sebagai Ciptaan-Nya.

Jemaat juga diingatkan agar memanfaatkan janji Allah dengan bekerja dengan ikhlas, rajin, tekun dan ulet. Sebab Allah akan menumbuhkan dan memberi hasil pertanian dan peternakan yang diusahakan oleh  jemaat yang takut akan Tuhan. Jemaat tidak boleh hidup dengan mengambil sesuatu dari milik orang lain, entah mencuri hasil pertanian, ternak milik orang lain, atau melakukan korupsi.

Sementara refleksi dalam tata ibadahnya, Pendeta Zatriana Lobo, mengajak jemaat bangga sebagai petani. Menjadi petani, katanya, bukan pekerjaan yang hina atau lebih rendah dari menjadi pegawai negeri atau lainnya. Dalam Alkitab, manusia mendapat tugas utama untuk  mengolah tanah, mengolah bumi, dan memelihara ternak. Allah yang akan menumbuhkan tumbuhan dan melipatgandakan ternak.

“Allah berkomunikasi dengan manusia dalam  bahasa petani dan peternak, dalam bentuk ungkapan “akulah pokok anggur”, “akulah gembala”, dan seterusnya. Ini membuktikan bahwa menjadi petani itu pekerjaan terhormat dan mulia.”

Menjelang akhir ibadah majelis jemaat melakukan lelang semua persembahan hasil panen dari jemaat. Semuanya terjual habis. Pendeta Zatriana Lobo menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat yang memiliki keikhlasan atas persembahan hasil pertanian dan peternakan mereka.
(sal)

redaksifm

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *