British Council Di Indonesia IELTS Prize Membantu Siswa Untuk Mencapai Tujuan Mereka Melalui Belajar Di Luar Negeri

British Council Di Indonesia IELTS Prize Membantu Siswa Untuk Mencapai Tujuan Mereka Melalui Belajar Di Luar Negeri

Danielle Theophillia Pratama adalah pemenang local pertama IELTS Prize dari Indonesia

  • Organisasi internasional Inggris untuk kesempatan pendidikan dan kebudayaan mengumumkan pemenang IELTS Prize di Asia Timur
  • 29 orang siswa berbakat di Kawasan Asia Timur akan menerima hadiah sebesar 3.4 miliar rupiah untuk membantu mereka mewujudkan ambisi mereka belajar di luar negeri
  • Meskipun terjadi hambatan untuk belajar di luar negeri, siswa dari Asia Timur tetap menggunakan hadiah kemenangan untuk mendanai belajar di luar negeri di berbagai bidang mulai dari kedokteran dan sains hingga ekonomi dan keuangan.

JAKARTA, Indonesia, 3, September, 2020  /PRNewswire/ –British Council, Organisasi internasional Inggris untuk kesempatan pendidikan dan kebudayaan mengumumkan pemenang IELTS Prize 2020. Di tahun kesembilannya, IELTS Prize telah mendukung lebih dari 270 siswa di Asia Timur untuk mewujudkan mimpi mereka belajar di luar negeri. Tahun ini, 29 orang pemenang di Asia Timur ditambahkan ke dalam daftar, termasuk tiga peserta tes IELTS luar biasa di Indonesia yang telah dianugerahi hadiah lokal IELTS Prize 2019/20.

British Council menerima lebih dari 1,400 pendaftaran dan melakukan wawancara dengan lebih dari 100 orang individu berbakat, yang bukan hanya sukses dalam tes IELTS, tetapi juga dapat menyampaikan niat dan tujuan mereka untuk berkontribusi kepada masyarakat setelah belajar.

Tiga peserta tes terbasik di Asia Timur memenangkan IELTS Prize regional

Tiga pemenang regional IELTS Prize mendapatkan hadiah sebesar 1 miliar rupiah dan dianugerahi sebagai siswa terbaik di Asia Timur akan mengejar pendidikan di universitas impian mereka di tahun akademik 2020/21 atau 2021/22. 26 orang pemenang dari berbagai negara dan wilayah di Asia Timur juga mendapatkan hadiah lokal sebesar 2.3 miliar rupiah.

Berkomentar pada hadiah yang diterimanya, pemenang Regional Grand Prize Hyunah Kim  mengatakan, “Belajar di Inggris adalah sesuatu yang selalu ingin saya capai, dan tidak akan membiarkan gangguan yang ada saat ini menghentikan niat saya. Sekarang saya menuju Inggris, untuk belajar di London School of Economics. Mendapatkan IELTS Prize akan membantu saya mewujudkan ambisi pendidikan dan karir saya, dan memberikan saya lebih banyak kepastian di waktu yang penuh ketidakpastian ini.

Hadiah lokal IELTS Prize dianugerahkan kepada tiga peserta tes luar biasa di Indonesia

Ketiga pemenang lokal di Indonesia adalah Danielle Theophilia Pratama, Florence Yokhebed Valerie dan Lidwina Kristantia.

Pemenang lokal pertama Danielle merasa bahwa IELTS Prize dengan sukses mengubah mimpi dan aspirasi menjadi nyata. Ia mengatakan, “IELTS Prize merupakan bagian yang sangat penting dalam perjalanan belajar saya dan IELTS Prize bukan hanya mendukung secara finansial untuk pendidikan, hadiah juga memiliki peran untuk mendorong motivasi dan kepercayaan diri saya untuk tetap maju.”

Pandemi Covid-19 telah mengacaukan rencana belajar jutaan siswa yang telah merencanakan sekolah di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan dan prospek karier mereka. Asia Timur adalah salah satu pasar terbesar untuk siswa yang ingin belajar di Inggris, Amerika Utara dan Australia. IELTS, tes kemampuan bahasa Inggris beresiko tinggi yang paling popular, telah menjadi bagian penting dalam kebutuhan siswa untuk mendaftar. Steve Adams, Director Examinations, untuk British Council di Asia Timur mengatakan, “IELTS Prize mengakui siswa dengan performa tinggi yang telah mendemonstrasikan kemampuan akademik dan komitmen untuk unggul saat belajar di luar negeri. Lebih penting lagi,mereka menunjukkan determinasi untuk mangambil apa yang telah mereka pelajari saat berada di luar negeri dan menggunakannya untuk memberi manfaat kepada masyarakat saat kembali pulang. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk membantu individu-individu berbakat ini menunjukkan diri di dunia yang saat ini berubah dengan cepat. Belajar di luar negeri adalah salah satu cara untuk mereka mengembangkan diri untuk masa depan.

Untuk informasi lengkap mengenai IELTS Prize, silakan kunjungi https://www.ieltsasia.org/ieltsprize.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Exams Marketing Manager, Aria Buditama on +62-8119300458 or aria.buditama@britishcouncil.or.id.

Notes to Editors:

About IELTS Prize

Sejak 2011, British Council IELTS Prize (Asia Timur) telah membuat lebih dari 270 peserta tes IELTS untuk mengejar pendidikan di seluruh dunia, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan banyak lagi.

IELTS Prize diberikan kepada individu berkualitas tinggi dengan motivasi untuk mengembangkan karier mereka, untuk mengejar gelar sarjana atau pasca sarjana di bidang disiplin yang mereka pilih di institusi pendidikan lebih tinggi yang menerima IELTS sebagai bagian pendaftaran di seluruh dunia. Sementara IELTS Prize tidak ditujukan untuk siswa di jurusan tertentu, British Council bertekad untuk mendukung peserta tes yang berhasil mendemonstrasikan potensinya berkontribusi kepada masyarakat dengan apa yang telah mereka raih melalui pengalaman belajar mereka.

Tahun ini, dikarenakan situasi Covid-19, demi mendukung perubahan rencana siswa dan untuk mendukung impian belajar mereka lebih baik, British Council telah memperpanjang kelayakan untuk mereka yang menunda masa studi mereka hingga tahun akademik berikutnya di 2021/22. Informasi selengkapnya bisa dilihat di https://www.ieltsasia.org/ieltsprize.

Daftar Pemenang IELTS Prize 2019/20

Regional IELTS
Prize Winner

Name

Country/Territory

University

Subject/programme

1

Hyunah Kim

 KR

London School of Economics and Political Science

MSc Development Studies

2

Rachel, Ching Fong

 HK

University of Cambridge

MPhil in Multi-Disciplinary Gender Studies

3

Ruey-Bin Tsai

 TW

University of Illinois Urbana-Champaign

BA Material Science and Engineering

 

Country IELTS
Prize winner

Name

University

Subject/programme

HK

1

Benjamin, Oh Yao Teng

London School of Economics and Political Science

BA Law

2

Winky, Lee Cheuk Ying

University College London

MSc Clinical Mental Health Sciences

3

Manna, Li Tsz Ning

University of Oxford

MSc in Applied Linguistics and Second Language Acquisition

KR

1

N/A

2

Eun Hyung Kim

Rochester Institute of Technology

MFA in Glass (Sculpting)

3

Se-Eun Kim

Wimbledon College of Arts

BA (Hons) Theatre Design

TW

1

Hui-Chen Weng

Royal College of Art

MA interior design programme

2

Kai-Ting Chang

University College London

MSc Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL)

3

Yi-Hsuan Pan

University of Warwick

MA Drama and Theatre Education

ID

1

Danielle Theophilia Pratama

Nottingham Trent University

BA Computer Science

2

Florence Yokhebed Valerie

University of Warwick

BA Economic Studies and Global Sustainable Development

3

Lidwina Kristantia

Imperial College London

MSc Economics and Strategy for Business

MY

1

Kuberan Hansrajh Kumaresan

Oxford University

BA Law (Jurisprudence)

2

Julia Chin

University of Warwick

BA Economic Studies and Global Sustainable Development

3

Zulaiqa Binti Mohamad Riduan

Technical University of Munich 

MSc in Sustainable Resources Management

SG

1

Jia Sheng Bryan Kio

University of Cambridge

MPhil in Technology Policy

2

Hui Jun Ho

Institute of Education, UCL

DEdPsy Educational Psychology (Professional Educational, Child & Adolescent Psy)

3

Andrea Evangeline Lim

King’s College London

MSc Clinical nursing

TH

1

Sawas Stevens

University of Lincoln

MSc Human Resource Management

2

Tatiyapot Srikarnchanakas

University of Liverpool

MSc Data Science and Artificial Intelligence

3

Tornthep  Soisoongnern

University of Liverpool

MA Applied Linguistics

PH

1

Justine Alyssa Guino

University of Sheffield

MSc Data Analytics

2

Jessica Badua

University of Cadiz

MA International Relations and Migrations

3

Greco Mark Malijan

University of Oxford

MSc International Health and Tropical Medicine

VN

1

Dang Tran Tung

Curtin University

MSc Teaching (Secondary Education) (Economics)

2

Pham Hoang Yen

Aalto University

MSc in Economics and Business Administration

3

Huynh Anh Tuan

University of New South Wales

Bachelor of Commerce

 

International English Language Testing System (IELTS)

International English Language Testing System (IELTS) merupakan tes kemahiran Bahasa Inggris yang paling populer di dunia untuk pendidikan tinggi dan migrasi global, dimana lebih dari 3.5 juta tes  telah diadakan tahun lalu. Lebih dari 10.000 organisasi mempercayai dan menerima IELTS sebagai indikator yang aman, valid, dan andal yang berhubungan dengan kemampuan sebenarnya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk pendidikan, imigrasi, dan akreditasi profesional. IELTS dimiliki bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia dan Cambridge Assessment English.

The British Council is the United Kingdom’s international organisation for education and cultural relations. Dedicated to building trust through the exchange of knowledge between people worldwide, the British Council is represented in over 100 countries.

Tentang tes IELTS

Kemampuan peserta tes akan diukur di Listening, Reading, Writing dan Speaking. Seuruh tes akan dinilai menggunakan banded system mulai 1 (paling rendah) hingga 9 (tertinggi).

IELTS menawarkan dua pilihan versi, untuk melayani tujuan akademik dan non-akademik.

IELTS Academic mengukur kemampuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk lingkungan akademik dan pembelajaran lebih tinggi. Tugas dan teks akan dapat diakses oleh semua peserta tes, terlepas dari fokus subyek mereka.

IELTS General Training mengukur kemampuan bahasa Inggris secara praktis dan dalam konteks sehari-hari. Tugas dan teks mewakili situasi sosial dan tempat kerja. IELTS General Training cocok untuk tujuan imigrasi ke Australia, Kanada, Selandia Baru dan Inggris dan Irlandia. Contoh dari pemerintah dan asosiasi profesional yang mengakui atau meminta pelamar untuk memiliki hasil tes IELTS termasuk:

  • Citizenship and Immigration Canada
  • Australian Department of Immigration and Border Protection
  • UK Visas and Immigration
  • Commission on Graduates of Foreign Nursing Schools and National Council of State Boards of Nursing, USA
  • International Monetary Fund

Tentang British Council

British Council adalah organisasi internasional dari Inggris yang berhubungan dengan hubungan kebudayaan dan kesempatan dalam pendidikan. Kami bekerja dengan lebih dari 100 negara dalam bidang seni dan budaya, Bahasa Inggris, pendidikan dan masyarakat sipil. Tahun lalu kami secara langsung menjangkau lebih dari 75 juta orang dan lebih dari 758 juta orang secara keseluruhan termasuk melalui online, siaran dan publikasi. Kami memberikan kontribusi positif bagi negara-negara yang bekerja dengan kami – dengan cara mengubah hidup dengan menciptakan peluang, membangun hubungan dan memupuk kepercayaan. Didirikan pada tahun 1934, kami adalah badan amal Inggris yang diatur oleh Royal Charter dan suatu lembaga publik Inggris. Kami menerima 15 persen hibah dana inti dari pemerintah Inggris. www.britishcouncil.org.

Foto – https://photos.prnasia.com/prnh/20200902/2906447-1?lang=0
Logo – https://photos.prnasia.com/prnh/20200902/2906437-1LOGO?lang=0

 

Source : British Council

redaksifm

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *