# Dirumah Aja Sebagai Solusi Belajar Siswa Dimasa Pandemi Covid 19

# Dirumah Aja Sebagai Solusi Belajar Siswa Dimasa Pandemi Covid 19

Oleh : Sri Rahayu,S.Pd

Guru SMPN 1 Prajekan Bondowoso

 

ARTIKEL — #Di rumah aja, kata-kata ini sangatlah menggema di seantero sosial media. Mengapa sampai ramai dibicarakan ? Tentunya ada penyebab dan permasalahan. Apa penyebab permasalahan itu?, yang jelas saat ini ini ada wabah yang sangat meluas hingga ke-100 negara, oleh sebab itu disebut pandemi Corona Virus Deases (Covid 19). Sebenarnya # di rumah aja, memberikan pengertian pada kita, bahwa tidak boleh melakukan kegiatan di luar rumah, entah itu di perkantoran, di tempat-tempat terbuka yang banyak mengumpulkan massa. Mengapa?

Mengutip dari suara.com juru bicara pemerintah untuk COVID -19, Ahmad Yulianto telah mengumumkan pada hari Minggu tanggal 16 Maret 2020, bahwa jumlah pasien positif virus COVID-19 di Indonesia bertambah 21 hingga saehingga menjadi 1117 kasus positif. Kalau untuk sekarang sudah menuju angka 10.118l. Pemerintah menghimbau masyarakat agar saat ini mereka tidak usah berkegiatan di luar rumah, begitu pula untuk siswa dimulai dari PAUD TK SD SMP SMA SMK dan PERGURUAN TINGGI semua diminta tinggal di rumah aja dan berkegiatan di rumah aja serta belajar dari rumah.

Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo atau Jokowi telah mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan semua aktivitas dari rumah. Untuk apa? Hasl ini sebagai upaya untuk mencegah dan meluasnya mata rantai penyebaran virus Covid-19. Saat ini kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah. Sebenarnya ada hikmah dibalik ini semua bagi keluarga – keluarga yang sangat sibuk dan tidak pernah bertemu atau jarang berkumpul dengan keluarga, kita bisa memanfaatkan momen ini, kita jarang beribadah bersama, ada saatnya kita beribadah di rumah, maksudnya inilah moment yang tepat bisa bekerja bersama-sama dan saling tolong-menolong. Bersatu padu dari dalam rumah, tidak ada maksud #di rumah aja kita disuruh makan dan tidur aja, tidak berkegiatan, diam, dan malas. Oh bukan, bukan begitu.

Malah dengan adanya pandemi ini yang jarang berjemur menghangatkan tubuh, menghancurkan virus yang ada dalam tubuh, memberikan kekebalan ( imunitas ) tubuh melalui pancaran sinar matahari yang mengandung vitamin D, yang gratis dari Allah SWT. Inilah saat yang tepat, jika awalnya kita terlalu sibuk tidak mengurus kebun di belakang rumah tetapi dengan momen Pandemi Covid-19 kita jadi rajin berjemur diri sambil mencabut rumput, sambil berlari-larian dan berkegiatan apapun yang positif #di rumah saja. Untuk seluruh siswa yang ada di Indonesia diminta untuk belajar di rumah

Berbicara tentang Siswa belajar di rumah ada kaitanya dengan tugas online di mana seluruh siswa untuk mengerjakan tugas via WA grup kelas, difoto dikirim lewat WA, divideo dikirim lewat WA, semuanya membutuhkan HP Android. Nah di sini permasalahannya tidak semua siswa memiliki HP Android, tidak semua daerah memiliki sinyal yang baik, untuk itu diperlukan ide-ide baru bagi siswa yang berada di daerah yang bersinyal baik artinya gampang untuk berselancar di media sosial, tetapi bagi siswa yang tidak memiliki HP Android dan juga tidak berada pada zona yang nyaman atau sinyal yang baik, disinilah para guru diminta bisa berkreativitas. Pada saat ini bagi saya sebagai seorang pendidik yang mungkin sudah menjadi ketetapan Allah di mana saya berada di sekolah pinggiran yang bernama SMPN 1 Prajekan Bondowoso, sinyal baik, 95% siswa memiliki HP android. Kendala buat saya bagaimana dengan siswa yang tidak memiliki HP Android sedangkan tugas diharuskan dilakukan secara online dan ini sudah menjadi kesepakatan di sekolah kami dan juga mengikuti program pemerintah yang kebetulan Bapak menterinya, seorang milenial yang memang memiliki ide-ide brilian, yang awalnya banyak cercaan, hinaan dan celaan.

Mengapa demikian? Karena hidup ini terlalu dienakan, sehingga keenakan, kita tidak pernah tahu 1 jam, 1 menit ,1 detik, apa yang akan diperbuat oleh Allah terhadap makhlukNya ?. Sekarang terbukti, virus Covid- 19 yang tidak pernah terpikir oleh semua dan setiap manusia, di mana virus ini yang tak kasat mata. Kalau ada roh gentayangan kita bisa membaca ayat Kursi insya Allah akan hilang seketika, tetapi kalau dengan virus Covid- 19 yang hanya memiliki ukuran sangat kecil yaitu 150 Nano, tetapi tahu?. Apa yang telah diperbuat oleh virus ini banyak manusia-manusia begitu mudahnya bergelimpangan dan innalillahi kembali pada Sang Ilahi.

Oke kembali lagi pada pembicaraan awal yaitu siswa harus belajar di rumah, ada tugas online. Dulu di sekolah kami ada tata tertib yang tidak memperbolehkan penggunaan HP Android ini. Mengapa? Karena siswa-siswi itu kebanyakan tidak mempergunakan dengan semestinya dari alat canggih tersebut, sehingga ada kesepakatan dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, para siswa tidak diperkenankan menggunakan HP.

Kembali lagi ke Bapak Milenial, terima kasih ya Allah telah kau pilihkan anak bangsa yang brilian, yang cepat dan tanggap apa yang harus dilakukan terhadap pendidikan bangsa Indonesia ini pada saat pandemi Covid- 19. Di SMPN Negeri 1 Prajekan telah memulai dan telah melaksanakan tugas online ini dimulai dari penilaian tengah semester untuk kelas 7 dan 8 semester ini, sementara untuk kelas 9 sudah kita mulai dari tanggal 27 April 2020 hingga 2 Mei 2020. Dimulai dari mata pelajaran Bahasa Indonesia ,Pendidikan Agama Islam ,Bahasa Inggris, Tik Atau Prakarya ,Matematika, PKn, IPA, Penjas, IPS ,Seni Budaya, Bahasa Daerah Dan BTQ. Alhamdulillah sampai pada hari ke lima sudah terlaksana dengan baik walaupun ada kekurangan di sana-sini.

Dengan adanya himbauan untuk #di rumah aja lalu mengerjakan tugas secara online bagi siswa tentunya akan ada pertanyaan baru, apa iya siswa bisa belajar sendiri dibantu oleh kedua orang tua? Apa tidak menambah kenakalan siswa karena tidak ada pantauan dari bapak dan ibu guru seperti pembelajaran biasanya di sekolah? kami selalu mencoba, disaat kita memberikan tugas online, ada yang ketinggalan mengumpulkan tugas dari waktu yang sudah ditentukan, tapi tidak mengapa, kami selaku guru masih menunggu hasil tugas yang akan di kirim via WA grup kelas. Ternyata dari online ini, bisa memperkecil presentase kenakalan siswa diluar jangkauan bapak dan ibu guru luar sekolah.Terima kasih ya Allah hikmah yang kau berikan dari Masa Pandemi COVID-19, ini ternyata luar biasa hikmah yang Kau berikan pada Kami, pertama kita diminta di rumah saja, berkumpul bersama keluarga, melakukan kegiatan bersama-sama dengan keluarga, bisa pandai untuk mengerjakan tugas secara online yang notabene harus menggunakan alat canggih yaitu handphone dan juga bisa meredam kenakalan siswa.

 

Tapal Batas, 1 Mei 2020

 

Sumber: globalnusantara.net / red

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *