Belajar Disetiap Hembusan Nafas

Belajar Disetiap Hembusan Nafas

BANYAK orang berfikir proses belajar itu harus konsentrasi, sunyi dan tidak ada suara gaduh agar proses belajar itu berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Otak kita telah menyimpan kata belajar itu berhubungan dengan buku, konsentrasi dan akal pikiran. Padahal teori belajar itu sendiri bermacam macam.. Banyak tokoh dalam teori belajar yang berpendapat bahwa belajar bukan hanya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga perubahan tingkah laku yang terjadi karena adanya stimulus / rangsangan.

Menurut B.F. Skinner dalam https://id.wikipedia.org/wiki/B.F._Skinner Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Sehingga belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang terjadi karena adanya rangsangan dari lingkungannya. Teori ini disebut dengan teori belajar behavioristik. Seseorang yang hidup dilingkungan baru, maka dia akan belajar beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga belajar dapat diartikan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Seperti yang orang sering menyebutkan kata bijak experience is the best teacher artinya pengalaman adalah guru terbaik.

Belajar dari pengalaman akan memberi efek pada seseorang untuk mengambil sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk. Peserta didik saat di sekolah akan mengalami banyak pengalaman belajar. Mulai berangkat dari rumah menuju ke sekolah sampai kembali lagi ke rumah, dia akan bertemu dengan berbagai macam rangsangan dari lingkungan. Rangsangan dari lingkungan itu akan diterima oleh reseptor yang berupa panca indra. Contohnya adalah mata yang melihat dan telinga yang mendengar merupakan proses belajar.

Sekolah yang merupakan tempat terjadinya proses belajar dan mengajar membuat peserta didik lebih semangat dalam belajar. Hal ini dikarenakan mereka belajar tidak sendiri tetapi bersama sama dengan teman yang memiliki karakteristik berbeda-beda. Belajar di rumah yang diterapkan saat pandemi covid-19 membuat mereka jenuh dan ingin kembali ke sekolah. Pada saat didalam kelas peserta didik beradaptasi menerima rangsangan berupa materi pelajaran dari hasil melihat dan mendengarkan saat guru memberikan materi pelajaran. Sedangkan pada saat diluar kelas mereka akan saling berinteraksi dengan sesama teman yang berbeda jenis kelamin, kebiasaan, tingkah laku dan pemikiran.

Segala bentuk perubahan tingkah laku yang terjadi pada peserta didik baik saat menerima materi pelajaran di kelas maupun saat berinteraksi dengan sesama teman diluar kelas inilah yang disebut belajar. Belajar sambil bermain sering disebut dalam pembelajaran pada jenjang Taman Kanak Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Padahal bukan hanya anak TK dan PAUD yang butuh belajar sambil bermain, tetapi semua orang akan mengalami proses belajar yang lebih menyenangkan apabila dalam suasana yang tidak monoton.

Semua peserta didik waktu masuk sekolah sering mendambakan libur. Tetapi pada saat mereka mengalami libur panjang dan harus belajar di rumah, mereka akan mengatakan lebih enak di sekolah. Sebenarnya ada banyak manfaat yang diberikan pendidikan informal untuk anak-anak yang dilakukan di rumah dan lingkungan bermain. Manfaatnya antara lain memperkuat mental, mengenalkan tanggung jawab, membangun jiwa sosial dalam jaringan pertemanan, dan pengembangan sikap serta kepribadian.

Semua manusia memiliki berbagai peran dalam kehidupannya. Misalnya seorang peserta didik juga menjadi teman, menjadi anak dan menjadi seorang pekerja jika dia pulang sekolah bekerja untuk membantu orang tua mencukupi kebutuhan hidup. Seorang guru perempuan juga berperan sebagai ibu, istri, anggota pengajian, anggota PKK, dan lain lain. Kita harus tetap semangat dalam proses mencari pengalaman dalam hidup untuk tetap mampu beradaptasi dalam berbagai macam bentuk kehidupan. Pengalaman hidup kita saat ini akan menentukan masa depan kita di kemudian hari.

Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa belajar bukan hanya di dalam kelas yang formal, tetapi juga pendidikan informal saat berinteraksi sosial. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang berasal dari pengalaman yang merupakan respon terhadap rangsangan yang datang dari lingkungan. Pengalaman hidup akan membuat kita lebih peka dan kuat secara fisik, mental dan kepribadian. Kehidupan terus berjalan, jangan putus asa dan tetap semangat untuk melukis pengalaman pengalaman indah yang akan dikenang sepanjang masa. Belajar tidak ada batas waktu, karena belajar adalah tiap hembusan nafas kita dalam hidup yang kita lewati sampai ajal menjemput kita. (*)

Penulis adalah Guru SMP Negeri 2 Ajung, Jember

 

Sumber: Globalnusantara.net

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *