HIDUP, Band Yang Diproduseri Rian D’Masiv

HIDUP, Band Yang Diproduseri Rian D’Masiv

Official Video Clip HIDUP – “Ruang Maaf” :

https://www.youtube.com/watch?v=o99yV3mS2G4

 

 

 

MINI ALBUM “HIDUP ADALAH.. “

HIDUP band adalah band pendatang baru di dunia musik Indonesia, yang beranggotakan Zikra (Vokal), Deden (Gitar), Bewok (Bass), Moniq (Gitar) dan Devi (Drum). Kehadiran band yang baru terbentuk pada tahun 2017 lalu ini, memang sedikit berbeda dari band-band lainnya. Pasalnya, band ini hadir dengan genre musik Noise Pop, yaitu subgenre antara musik Pop dan Indie Rock yang menonjolkan suara eksperimental white noise, gitar dan drone yang terdistorsi. Aliran musik Noise Pop menjadi inspirasi utama bagi lahirnya band-band pada pertengahan tahun 1980-an di Inggris dan Amerika Serikat seperti The Jesus & Mary Chain, RIDE dan My Bloody Valentine.

 

Perjalanan lahirnya HIDUP band sendiri berawal dari kisah sang vokalis, Zikra yang merantau dari Aceh ke Jakarta untuk bekerja kantoran di salah satu bank di Jakarta. Zikra yang memang sudah mencintai musik sejak lama dan sudah mahir membuat lagu ini, mengagumi lagu-lagu karya Rian D’Masiv. Zikra pun mengirim demo lagunya beberapa kali ke Rian melalui Direct Message Instagram. Hingga pada suatu waktu, pesannya bersambut dan diajak bertemu oleh Rian D’Masiv.

 

“Aku inget banget waktu itu tanggal 27 Desember 2016, aku ketemu Kak Rian di kafenya. Kita banyak sharing dan lalu aku mulai dikasih kerjaan bikin-bikin jingle, sampai akhirnya dia tanya “loe mo nyanyi enggak?’. Aku langsung jawab mau dan Kak Rian memang kepikiran untuk buat band. Saat itu aku udah mikir ini kayaknya kesempatan yang baik deh. Lalu aku disuruh buat lagu oleh Kak Rian, dengan bimbingan beliau yang kasih aku berbagai macam referensi musik selama proses pembuatan lagu itu. Lalu jadilah lagu Ruang Maaf di awal tahun 2018 ”, jelas Zikra, sang vokalis.

 

Lagu sudah selesai dibuat, namun band belum terbentuk. Dengan bantuan Rian D’Masiv selaku Produser, Zikra akhirnya diperkenalkan dengan Deden, lalu bertemu Moniq dan Devi hingga akhirnya bertemu Bewok, yang sudah lama main band dan sering mengiringi banyak musisi. “Sebelum bertemu Bewok, lagu Ruang Maaf sudah diisi guide Bass-nya oleh pemain Bass lain. Sampai akhirnya bertemu Bewok di bulan Desember 2018, Bass-nya lalu di isi ulang oleh Bewok dan kemudian jadilah formasi HIDUP yang sekarang ini”, ucap Moniq.

 

Rian D’Masiv mengakui bahwa band ini memiliki karakter yang kuat baik secara vokal, penulisan lirik dan aransemen musik. Kualitas permainan setiap personilnya diatas panggung juga tergolong apik. “Masing-masing personil di band ini sebenarnya sudah punya karakter tersendiri. Gue hanya mengarahkan dan menebalkan lagi apa yang sudah menjadi karakter mereka. Dimata gue, band ini simple dan memiliki lirik-lirik yang lugas. Yang menarik, pada isian gitar mereka tuh terdengar Noise. Walaupun genre mereka Pop, jadi tidak terdengar menye’ jadi tetep ada berisiknya. Gue rasa karakter ini yang buat band ini berbeda”, jelas Rian.

 

Walaupun baru 1 tahun terbentuk, ke 5 personil yang memiliki latar belakang genre musik yang berbeda ini memang termasuk band yang cepat kompak. Keseimbangan porsi dalam menentukan arah bermusik band ini, rupanya tidak menemukan banyak hambatan. “Mayoritas lagu di album ini memang ciptaan Zikra, ada juga yang ciptaan saya. Tapi temen-temen lain ikut menyempurnakan lirik yang kami buat. Dan untuk aransemen musik umumnya kami buat bareng-bareng”, ujar Deden.

 

Di awal kemunculannya di industri musik Indonesia, HIDUP band langsung hadir dengan sebuah Mini Album yang diberi title “Hidup Adalah…”, yang berisikan 5 buah lagu yaitu Terang, Ruang Maaf, Arah, Selamat Tinggal Lagu Patah Hati dan Hidup. Dengan single pertamanya yang berjudul “Ruang Maaf”. Di album ini, HIDUP band seolah mengajak kita untuk memahami setiap proses yang terjadi dalam kehidupan. “Setiap perjalanan yang kita lalui ini, banyak hal yang terjadi dan pasti ada maksud dan tujuannya. Kita pengen merangkum itu semua di album ini. Ada duka, ada mimpi, kebahagiaan, juga harapan. Sisa bagaimana kita memaknai itu semua, untuk kita bisa terus berjalan”, tutur Bewok.

 

Untuk peluncuran album ini, CEO Melon Indonesia Bapak Dedi Suherman menyambut niat baik dari EP Music untuk menyelenggarakan press conference launching album di Melon Hall Lantai 45 Telkom Landmark Tower pada tanggal 26 November 2019 lalu . “Melalui Langit Musik kami berharap lagu-lagu di album Hidup Adalah ini menambahkan daftar lagu lokal karya musisi handal dan mampu berkiprah di industri musik Indonesia dengan genre musik Noise Pop-nya. Lagu-lagu ini akan ekslusif didengarkan di platform streaming Langit Musik dan selanjutnya pasti menyusul di platfrom lainnya juga”, ujar Bpk. Dedi.

 

Dalam mini album “Hidup Adalah…”, HIDUP band mengajak pendengarnya untuk memahami arti hidup selalu dengan harapan-harapan baik. Segala proses berkarya HIDUP band, mereka maknai sebagai proses perjalanan yang positif menuju sebuah hasil yang baik. “Kami berharap album ini bisa mewakili perasaan para Saksi Hidup (sebutan bagi fans HIDUP) dan semua yang mendengarkan. Saat mendengarkan lagu Arah, loe bakal berpikir siapa yang menjadi arah loe. Ketika loe mendengar lagu Selamat Tinggal Lagu Patah Hati, seketika loe bakal merasakan keinginan untuk melupakan mantan. Ketika loe dengar lagu Terang, loe bisa merasakan yang namanya kehidupan manis setelah kepahitan yang loe rasakan. Dan saat loe mendengar lagu Hidup, loe bakal mikir hidup seperti apa yang loe mau. Jadi itu bakal menginterpretasikan banyak perasaan yang mendengarkan. Dan harapannya, album ini bisa diterima pasar musik Indonesia karena kami mengerjakan album ini dengan aransemen musik yang enggak main-main dan dengan sepenuh hati kami. Semoga karya dari hati ini, hasilnya juga  yang terbaik“, ucap Devi tentang harapan mereka akan kehadiran album pertama ini.

 

Untuk lebih lengkapnya, berikut penggambaran lagu-lagu dalam mini album “Hidup Adalah…”, trek demi trek:

 

Terang

Lagu yang diciptakan oleh Zikra dan diaransemen oleh HIDUP band ini, bercerita tentang mengejar mimpi dan mencari apa yang diinginkan dalam hidup, layaknya sebuah pengharapan yang menginginkan kehidupan yang lebih baik walaupun dalam perjalanan tidaklah mudah. Petikan gitar elektrik bersound vintage mengawali lagu dengan mood kalem ini, membawa kita menikmati lagunya bait demi bait. Vokal Zikra yang ringan terasa sangat pas dalam membangun ambience lagu ini.

 

Ruang Maaf

Zikra menulis lagu ini terinspirasi dari curhatan seorang teman yang sedang memiliki rasa penyesalan yang mendalam dan berjuang untuk memperoleh maaf dari kekasihnya. Sebuah single kuat yang tak hanya digambarkan lewat ungkapan kata-kata yang menyentuh hati seperti ini: Ku menyesal membuangmu.. Menghancurkanmu.. Seperti debu bagai angin lalu.. Masihkah ada ruang maaf untuk aku. Namun juga memiliki kelebihan dengan aransemen musik yang apik, yang mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan dalam liriknya.

 

Selamat Tinggal Lagu Patah Hati

Tercetus dari kata-kata yang tanpa sadar diucapkan oleh sang Produser (Rian D’Masiv), Deden mendapat ide untuk memasukkan kata-kata tersebut pada salah satu lagu yang sudah lama dibuatnya. Materi lagu ini semenarik judulnya, walaupun hanya terdiri oleh 2 chord namun lagu ini terasa lebih bertenaga dan berkarakter. Dengan hentakan drum yang tegas dan bersinergi dengan permainan gitar yang full distorsi, membuat aransemen musik di lagu ini ‘mahal’ sekaligus fresh.

 

Arah

Sebuah lagu dengan penulisan lirik yang cukup mendalam oleh Zikra, membuat lagu ‘Arah’ memiliki rasa tersendiri. Lagu ini diciptakan untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan, Orang Tua dan orang-orang tersayang dari HIDUP band. “Perjuangan kita ini untuk membahagiakan mereka yang sudah meng-support perjalanan kami. Dengan lagu ini, kami merasa punya tujuan”, jelas Zikra tentang isi lagu ini.

 

Hidup

Intro yang memikat dan bersahaja di awal lagu, menggugah indera pendengar kita untuk terus mendengarkannya hingga bait lirik terakhir. Aransemen yang apik dari band HIDUP ini ditambah alunan string section dari Alvin Witarsa, semakin menguatkan rasa dari tiap lirik demi lirik yang dibuat Zikra. Yang menarik, sebuah ide cerdas dari Devi (Drummer) untuk memasukan semua judul lagu di album “Hidup Adalah..” kedalam lagu “Hidup” menjadi salah satu kekuatan lagu ini. Lagu “Hidup” bercerita tentang memaknai setiap proses kehidupan yang sudah diberikan Tuhan, bahwa sang pencipta memberi perjalanan hidup yang harus dilewati. “Kita harus bergantung sama Tuhan. Kita percaya Tuhan akan selalu kasih yang terbaik”, ucap Zikra sebagai penulis lagu.

 

 

SINGLE PERDANA “RUANG MAAF”

Lagu “Ruang Maaf” yang diciptakan oleh zikra dan sudah ada sebelum band HIDUP terbentuk. Berawal dari curhatan seorang teman, Zikra mendapat ide untuk menjadikan curhatan tersebut sebagai tema lagu Ruang Maaf.  “Sebenarnya aku dapat ide lagu ini dari teman kost yang curhat, kalau dia sudah punya pacar di kampungnya. Dan dia juga punya pacar di Jakarta. Dua-duanya sama baiknya. Lalu aku kepikiran bagaimana buat lagu laki-laki tapi tetap ada unsur patah hatinya. Intinya sih si laki-laki mengakui kesalahannya yang telah mendua kemudian menyesal, lalu dia meminta ruang maaf kepada cinta pertamanya”, jelas Zikra tentang lagu ini.

 

Untuk aransemen musik, band ini termasuk kompak untuk mendiskusikan setiap aransemen di setiap lagu, termasuk di lagu ini. Setelah HIDUP resmi terbentuk, lagu Ruang Maaf kembali mereka sempurnakan baik secara lirik dan aransemen musiknya. “Walau kami terbilang band yang baru seumur jagung, tapi untuk aransemen musik, kami tuangkan pikiran kami bersama bagaimana setiap melodi di lagu ini agar bisa dinikmati dan pesan dari lagu bisa menyentuh hati yang mendengarkan. Jadi kami cukup serius memikirkan setiap isian musiknya”, ujar Bewok.

 

Sebagai band pendatang baru, HIDUP band ingin agar karya-karya mereka bisa diterima masyarakat luas. Dengan ramainya pasar musik Indonesia, mereka berharap agar HIDUP bisa menjadi angin baru yang turut mewarnai dunia musik tanah air. “Harapan kami, buat yang mendengarkan karya-karya kami tentunya bisa selalu memiliki harapan baik dalam hidupnya. Semoga banyak yang menyukai lagu ini, bisa mewakili perasaan yang mendengarkan. Dan semoga kami dan karya kami ini bisa diterima pasar musik Indonesia”, tutup Devi.

 

Ruang Maaf (Lirik)

Kepingan rindu ini

Bagai ilusi palsu

Yang menyebar cepat

 

Semua rasa memaksa

Untuk membuang waktu

Selama ini ku tak sadar

Kau selamatkan hidupku

 

Ku menyesal membuangmu

Menghancurkanmu

Seperti debu bagai angin lalu

Masihkah ada ruang maaf untuk aku

 

Semua rasa memaksa

Untuk membuang waktu

Selama ini ku tak sadar

Kau penyelamat hidupku

 

Ku menyesal membuangmu

Menghancurkanmu

Seperti debu bagai angin lalu

Masihkah ada ruang maaf untuk aku

 

Seperti debu bagai angin lalu

Masihkah ada ruang maaf untuk aku

 

Ku menyesal membuangmu

Menghancurkanmu

Seperti debu bagai angin lalu

Masihkah ada ruang maaf untuk aku

 

Ruang maaf untuk aku

Ruang maaf untuk aku

Song & Lyric : Zikra HIDUP

Music Arranger : HIDUP Band

Executive Producer : EP Music Indonesia

Producer : Rian D’Masiv

Recorded : RDR Music Studio

Mixed & Mastered : Dwikky Marsall & RDR Music Studio

Vocal Edited : Wawan Bondo

EP Music 2019

 

More Detail About HIDUP

Vokal : Azzikra (Zikra)

Gitar 1 : Deden Sandi Pratama (Deden)

Gitar 2 : Monica Sutedja (Moniq)

Bass : Nada Senja (Bewok)

Drum : Devi Juniastuti (Devi)

Instagram : @hidup.official

YouTube : EP Music Indonesia

 

Link Download Foto HIDUP Band :

https://drive.google.com/open?id=1P1IbMU3ZHw-Vl7ZkamaLkCXH45vsbqTk

 

Best Regards,

 

Wintha

Promotion Team

EP Music

9 Dibaca

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *