Puluhan Warga Sumber Kencono Adukan Akte Bodong ke Polres Banyuwangi

Puluhan Warga Sumber Kencono Adukan Akte Bodong ke Polres Banyuwangi

Banyuwangi (FM) – Warga Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo senin{28/10/19} datang bersama-sama ke Polres Banyuwangi dengan di dampingi oleh kuasa hukumnya Sugeng Setiawan,SH  melaporkan delik aduan yakni mantan Kepala Desa dan mantan Sekretaris Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo periode tahun 2010,terkait dugaan pemalsuan Akta tanah kepada warganya.

Menurut keterangan kuasa hukum Sugeng Setiawan SH kepada awak media memaparkan,bahwa warga Sumber Kencono sekaligus pelapor yang enggan di sebut namanya,mereka kecewa terhadap mantan kepala Desa dan Sekretaris Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo yang di anggap telah menipu puluhan warga yang membuatkan akta tanah dan ternyata akta tanah yang di bagikan kepada warga itu bukan akta tanah yang legal dan sudah selesai,namun itu masih berupa draf pengajuan akta tanah ke petugas Pembuat Akta Tanah Sementara {PPATS } Kecamatan. Padahal mereka sudah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dan bervariatif dari Rp.1.000.000 – Rp. 2.000.000.

Hal ini diperkuat keterangan Kuasa Hukum mereka Sugeng Setiawan SH,saat mendampingi  ke Polres Banyuwangi bahwa kliennya di berikan akta tanah yang masih belum di tanda tangani pejabat PPATS yakni Kepala Kecamatan,sehingga dianggap belum syah secara undang-undang dan dalam hal ini kliennya mengalami banyak kerugian.

Disini sudah cukup jelas menurut analisa saya ada dugaan semacam pemalsuan data autentik yaitu berupa akta tanah,yang menyangkut pasal 263,264,265. Pasal beruntun itu di sini karena apa yang terjadi menimbulkan permasalahan tidak muncul haknya,sebab disitu belum lengkap pengurusan akta tanahnya dan tidak dapat di gunakan untuk proses  selanjutnya,yaitu penyertifikatan.

Analisa saya di situ ketika masyarakat menceritakan kronologisnya,”ini pak aktanya sudah jadi”papar warga menirukan salah satu petugas,dan itu di anggap oleh masyarakat awam sudah jadi,dan akta ini ketika di ajukan untuk proses selanjutnya ternyata di tolak oleh Badan Pertanahan Nasional {BPN}. Ya jelas di tolak,karena akta yang diterima warga sudah di bilang lengkap  dan juga sudah di register dan di tanda tangani oleh pejabat yang berwenang,sedangkan kenyataannya  belum di tanda tangani pihak PPATS.

Di samping itu mantan Sekretaris Desa Kusnan yang saat ini terpilih menjadi Kepala Desa Sumber Kencono yang baru membenarkan,”bahwa ada beberapa warga yang mengurus akta tanahnya dengan biaya Rp.1.000.000 – Rp. 2.000.000,dan ada yang langsung bayar ke saya ada juga yang ke kepala desa,tapi saat itu adapun jumlahnya saya lupa karena terlalu banyak dan sudah lama,”jelas Kusnan.

Dan Kusnan juga menjelaskan,”menurutnya jumlah besaran biaya pembuatan akta tanah itu yang menentukan adalah dari pihak PPATS,kami hanya melayani saja patokan yang digunakan sebagai dasar penghitungan besaran biaya adalah luas tanah, sementara yang di lihat dari pipil pajak,sedangkan akta yang di pegang warga sekarang adalah akta yang belum selesai,jika warga menginginkan untuk di selesaikan,maka warga harus membayar biaya pengukuran tanah dulu baru akta tanah itu bisa di selesaikan,”imbuhnya.

{my}

 

7 Kali Dibaca

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *