Ini Keunggulan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Versi Simon Kiding.

Ini Keunggulan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara Versi Simon Kiding.

BALIPAPAN (Fajarmetro.com) – Teka-teki lokasi pemindahan ibu kota Negara yang baru di Kalimantan akhirnya terungkap.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyebut lokasi ibu kota baru Indonesia itu berada di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Iya, Kaltim benar,” ujar Sofyan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Namun pihaknya mengunci rapat di mana persisnya lokasi ibu kota baru tersebut. Dia tidak ingin membocorkan mengenai lokasi pasti sebelum memastikan ketersediaan lahan.

Lantas, apa saja keunggulan Kalimantan Timur (Kaltim) hingga dipilih sebagai Ibu Kota baru. Berikut kelebihannya Versi Simon Kiding , Anggota DPRD Komisi Satu Balikpapan Partai Hanura Asal Toraja.

Kondisi infrastruktur dinilai sudah cukup lengkap, karena Kaltim sudah ada infrastruktur berupa bandara internasional, pelabuhan laut, dan tol.

“Artinya, itu akan menghemat banyak biaya,” kata Simon

Menurutnya sangat mendukung pemindahan Ibu Kota di Kalimantan Timur lantaran berada di tengah lintasan tol Samarinda-Balikpapan.

Kota lainnya, di Balikpapan ada bandaranya, kemudian di Samarinda juga ada bandaranya sehingga tidak perlu membuat lagi.

Kaltim memiliki fasilitas olahraga yang memadai

Selain infrastruktur yang diklaim memadai, Kalimantan Timur juga memiliki tiga stadion internasional.

Stadion tersebut diantaranya adalah Stadion Palaran, Samarinda. Stadion ini beroperasi sejak 2008, tepatnya saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional di Samarinda.

Kemudian Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Stadion yang diresmikan pada 2011 ini memiliki kapasitas 35.000 penonton.

Selain itu, Kalimantan Timur juga memiliki Stadion Batakan, Balikpapan yang berkapasitas 40.000 tempat duduk. Desain stadion ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Stadion Emirates di London.

Diklaim minim konflik sosial, Simon menyebut, kajian pemindahan ibu kota Negara tidak hanya urusan infrastruktur, tetapi juga sosiologisnya dan sosiopolitiknya yang perlu dipertajam. di Kaltim tidak pernah terjadi konflik sosial yang massif meskipun masyarakat Kaltim heterogen, perpaduan semua suku dan agama berbaur secara alamia.

Ketersediaan lahan yang memadai

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mengatakan penyediaan lahan untuk kebutuhan ibu kota negara yang baru, Kaltim tidak ada kendala. Hal itu sebagaimana diberitakan Kompas.com (02/8/2019).

Saat ini, lanjutnya, sudah tersedia lahan yang cukup memadai, yakni sekitar 68.000 hektare dan telah dilaporkan kepada pemerintah pusat. Hanya saja lahan tersebut masih bisa diperluas lagi, yakni ke wilayah timur dan juga barat.

Perluasan yang dimungkinkan itu mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tidak ada masalah terkait status kepemilikan lahannya. Lebih lanjut ia menjelaskan, rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sangatlah tepat guna mewujudkan Indonesia Sentris.

“Dari aspek geografis, Kaltim diklaim minim bencana, mulai dari bencana longsor, gempa bumi dan lainnya” kunci Simon.

(sal)

 

redaksifm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *